Masjid Birrul Walidain
Masjid Birrul Walidain
Komentar
    Alamat Pondok
    Jln. Raya Cileungsi-Jonggol KM 7 Ds. Gandoang Kec. Cileungsi Kab. Bogor JAWA BARAT 021-82460787

    Sejarah

    Selayang Pandang Pondok Pesantren Ibadurrahman

     

     

    A. PENDAHULUAN

    Pembangunan manusia seutuhnya merupakan keutamaan dari hakikat pembangunan nasional. Dengan keutuhan jiwa dan raga, cita-cita lahirnya masyarakat yang adil dan makmur akan terwujud. Dan menjadi tugas dunia pendidikan untuk bahu membahu mempersiapkan sumber daya manusia dan kader-kader penerus bangsa yang tak hanya terdepan secara fisik, tapi juga digjaya dalam mental dan spiritual.

    Pendidikan dan pengajaran berbasis pesantren menjadi salah satu instrumen pembangunan mental, intelektual dan spiritual yang komprehensif. Perjuangan dan perjalanan sejarah Bangsa Indonesia telah membuktikan besarnya manfaat dari khidmah yang dilakukan Pondok Pesantren bagi kemerdekaan dan kemakmuran Tanah Air.

    Sejak dirintis tahun 1990-an silam, Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi pun telah dicanangkan untuk menjadi salah satu pilar perjuangan mulia ini. Misi utamanya adalah menjadi lembaga peningkat kualitas sumber daya manusia muslim yang dewasa dalam berbangsa, dan mencetak kader mundzirul qaum yang alim, cerdas, dan berakhlak mulia.

    Untuk misi ini Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi (YPIPPIC) yang diamanahi mengelola dan mengembangkan lembaga tersebut berencana mendirikan beberapa institusi pendidikan dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi. Harapannya, agar lahir kader pendidik dan pengayom masyarakat yang mampu membina umat Islam dan bangsa Indonesia menjadi manusia seutuhnya.

     

    B. SEJARAH

    Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi merupakan perpanjangan tangan dari lembaga Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darussalam Jakarta, yang terbukti telah mampu menjadi embrio lahirnya banyak tokoh dan pengabdi masyarakat di lingkungan sekitar. Berbakal usaha pribadi dan beberapa sokongan kaum muhsinin, pada era 1980-an KH. Abdurrahman Muhammad membuka lahan perjuangan dakwah di lingkungan –yang kala itu- masih sangat sunyi, bahkan sepi dari ”peradaban”. Lokasi terletak di Desa Gandoang, Cileungsi, Bogor.

    Visi jauh ke depan Allah yarhamhu KH. Abdurrahman Muhammad meniscayakan terbukanya wawasan para kader akan masa depan tantangan dan prospek cikal bakal lembaga khidmah Pondok Pesantren Ibadurrahman.

    Tahun 1994 menjadi momentum awal dicanangkannya pendirian Lembaga Pondok Pesantren Ibadurrahman. Ide dan gerakan dimotor sang pendiri, KH. Abdurrahman Muhammad, dengan membangun tiga lokal kelas dan satu lokal kantor administrasi sekolah dari kocek pribadi dan hasil swadaya masyarakat. Pembangunan berjalan penuh cobaan karena minimnya kader dan pengurus yang rela mengabdikan dirinya di wilayah yang kala itu dianggap masih “terisolasi”.

    Aral pun tak lagi terhindarkan. Apalagi sekitar tahun 1996, kader yang diharap melanjutkan perjuangan harus ”disekolahkan” ke Al-Azhar Mesir, dan hampir pada periode bersamaan sang pendiri (KH. Abdurrahman Muhammad) tertimpa musibah penyakit stroke yang mengakibatkan terhentinya proses pembangunan fisik lembaga. Dan hingga ajal beliau meregang pada tahun 2005, geliat keberlanjutan pengembangan lembaga ini masih belum terlihat.

    Tahun terus berlanjut, atau nyaris lebih dari 7 (tujuh) tahun terlampaui, cikal lahan perjuangan umat ini masih terbengkalai tiada urus. Hingga pada medio 2011, setelah para kader kembali ke Tanah Air dan mendapati prototipe lembaga yang cocok diteladani, hidayah dan ma’unah Allah SWT pun datang menghampiri. Tekad melanjutkan amanah perjuangan KH. Abdurrahman Muhammad terus menggelora, dan dimulailah aktivitas pembangunan sarana fisik, administrasi, dan kelembagaan pondok pesantren yang dicita-citakan secara masif. Dukungan masyarakat dan kaum muhsinin sangat mendorong motivasi mereka.

     

    C. PROSPEK DAN ORIENTASI PENDIDIKAN

     

    Berangkat dari wasiat dan amanah mendirikan lembaga jenis pondok pesantren, para kader merintis berdirinya Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi (YPIPPIC) sebagai nadzir dari sebidang tanah yang diwakafkan keluarga dan ahli waris KH. Abdurrahman Muhammad. Pemilihan nama yayasan dengan sebutan ”pondok pesantren” mencirikan keseriusan dan upaya keras kader untuk tidak berpaling kepada jenis pendidikan lainnya.

    Tanggal 11 Januari 2012 menjadi hari dimulainya kiprahPondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi. Renovasi terpadu dari sisa puing yang ada dilakukan. Dan perlahan namun pasti pengembangan fisik terus dilaksanakan hingga kini, dan tidak akan berhenti hingga kapanpun, insyâ`allah. Penggalangan dana dan dukungan terus dilakukan dengan asa akan berdiri kokoh sebuah pusat kaderisasi ulama.

    Tonggak pembangunan sebuah ruang asrama dan satu ruang kelas menjadi picu yang diharap dapat melecut pengembangan fisik kemudian. Namun misi pengembangan pendidikan dan pengajaran menjadi tantangan yang lebih besar untuk dihadapi Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi pada fase selanjutnya.

     

    1. Orientasi Lingkungan

    Dengan sistem pendidikan terpadu dan pengawasan serta pengasuhan selama 24, Pondok Pesantren menjadi wadah paling efektif untuk membentuk mental anak didik/santri. Pengupayaan lingkungan yang asri pun diprioritaskan Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi untuk membiasakan anak didik hidup dalam keasrian. Desain green campus (kampus hijau) menjadi grand desain berkelanjutan dalam pengembangan tata fisik lingkungan.

    Dalam lingkup sosial kemasyarakatan, Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi akan berjibaku dengan masyarakat sekitar dalam berbagai aspek dan dimensi kehidupan. Kaderisasi penerus dari kalangan masyarakat sekitar akan dilakukan berkesinambungan. Diikuti pengembangan ekonomi masyarakat yang akan dilaksanakan melalui Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) yang diharap dapat membina mu’amalah dan bisnis masyarakat sekitar secara lebih syari’. Misi panjang Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi akan membangun BMT (Bank Mu’amalat wa Tamwil) hingga BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah) yang diharap dapat secara ril mensejahterakan masyarakat sekitar.

     

    2. Orientasi Pendidikan

    Berbekal amanah dan keinginan besar untuk turut berjuang menegakkan Kalimah Allah SWT melalui jalur pendidikan dan kaderisasi, para penggagas dan pendiri Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi berangan menjadikan lembaga ini sebagai muara lahirnya kaum cendekia dan ulama yang bukan hanya mahir dalam bidang pengembangan dakwah Islam secara konvensional melalui dakwah bil hal dan tabligh, tapi juga mampu mendidik kader mumpuni dalam dakwah segala bidang mengikuti arus modernitas, baik dalam pemikiran (intelektual) maupun keahlian fisik (live skill).

    Pemilihan model kelembagaan dan pendidikan ala Pondok Pesantren bukan tanpa alasan. Stigma yang sudah larut dalam animo masyarakat bahwa pendidikan ala Pondok Pesantren cenderung tradisional dan berjalan apa adanya menjadi tugas dan beban utama para pengelola Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi untuk menepisnya. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menyajikan sistem dan teknik pembelajaran yang memadukan sistem maupun kurikulum pesantren umumnya yang kuat muatan keilmuan Islam dengan sistem dan kurikulum nasional formal.

    Penggagas dan pendiri Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi ingin turut membuktikan bahwa dunia pesantren memiliki visi dan kemampuan besar melahirkan kader yang ‘arif (tahu kemudian bijak) dan ‘alim (mahir) baik dalam ilmu keislaman maupun keduniawian. Perimbangan Imtak (Iman dan Takwa) dengan Iptek (Ilmu Pengetahuan) menjadi keharusan untuk dimiliki oleh para santri/anak didik dan menjadi keahlian hidup (life skill) diri mereka agar sukses mengabdi dalam masyarakat dengan penuh percaya diri.

    Sistem kepondokan dan kurikulum kepesantrenan Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi mengadopsi model pendidikan Pondok Modern Gontor yang menekankan pada kemandirian dan kekuatan kepemimpinan (leadership). Model ini dipilih karena sejalan waktu dan sejarah, Pondok Modern Gontor terbukti mampu melahirkan banyak kader dan alumni yang kokoh secara kepribadian untuk mandiri berpacu di tengah masyarakat.

    Maka, sistem pengajaran dan materi-materi kepondokan diadopsi dari model Pondok Modern Gontor dengan merekrut tenaga pengajar dan pengasuh yang memiliki skill dan kearifan yang mewakili visi Gontor. Tenaga pengajar dengan visi ini tidak harus berasal dari Pondok Modern Gontor secara khusus, tapi juga dapat direkrut dari berbagai lembaga Pondok Pesantren Alumni Gontor yang memiliki kelebihan khusus dalam pembinaan kader dan tenaga pendidikan yang konsisten menerapkan pengajaran dan pendidikan ala Gontor.

    Namun, nilai dan muatan spiritualitas lebih ditekankan untuk dikembangkan dan dipraktikkan dalam lingkungan Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi. Pola pengasuhan kepondokan bukan hanya berorientasi pada pembinaan santri untuk mahir wacana, bicara dan menulis bahasa asing (Arab-Inggris), tapi juga memiliki domain kuat secara spiritual.

    Hingga secara teknis, Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi menguatkan nurani santri untuk terbiasa dekat dengan ibadah dan kajian Kalam Ilahi. Muatan tahfidz (hapalan) al-Qur`an pun dipilih menjadi core (arus utama) Pondok Pesantren ini. Ditopang pula dengan upaya meningkatkan pemahanan dan keahlihan para santri tentang muatan al-Qur`an beserta tafsirnya.

     

    3. Orientasi Kepengasuhan

    Kiai merupakan figur sentral dalam mekanisme kepengasuhan Pondok Pesantren pada umumnya. Hingga tak ayal banyak lembaga Pondok Pesantren yang sangat bertumpu pada sosok dan figuritas seorang kiai pengasuh. Hingga tak sedikit Pondok Pesantren goyah ketika ditinggal absen atau meninggal dunia kiai sang figur.

    Untuk mengantisipasi masalah dan kecenderungan ini, pengelolaan Pondok Pesantren Modern cenderung menegakkan sistem yang mampu mengeleminasi ketergantungan lembaga pada sosok atau figur seorang kiai. Maka dibentuklah Dewan Kiai atau sejenisnya yang menjadi pengambil keputusan kolektif dan demokratis untuk meniadakan dominasi perorangan kiai.

    Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi mengadopsi sistem yang lumrah diimplementasikan Pondok Pesantren Modern ini dengan melembagakan Majelis Kiai yang berfungsi sebagai otoritas paripurna dan utama dalam pengambilan keputusan. Pola kerja dan pengambilan kebijakan dilakukan secara demokratis, dengan asas kolektif kelegial dari seluruh sosok kiai yang diamanahi mengelola Pondok. Lembaga ini sekaligus berfungsi sebagai Badan Wakaf yang berwenang mengatur dan mengelola seluruh aset, kebijakan dan keputusan penting Pondok.

    Majelis Kiai dipimpin oleh seorang Ketua yang dipilih para anggota dan bertugas sebagai Pengasuh Utama Pondok. Segala legitimasi dan legaliasi kebijakan dilakukan oleh Ketua Majelis Kiai atas kesepakatan dan rekomendasi rapat kolektif Majelis Kiai.

    Dalam sistem pengelolaan pengasuhan harian, Kiai Pengasuh dibantu para Mudir dan asatidz senior yang membawahi para asatidz pembimbing harian yang rutin membina aktivitas santri.

     

    4. Pembinaan Kesantrian

    Di samping aktivitas formal pendidikan di pagi hingga siang hari ala klasikal, santri Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi juga digembleng dalam lingkungan kesantrian yang kondusif serta kondisional. Berbagai kegiatan ekstrakulikuler meliputi organisasi santri, muhadharah (lahiran pidato), percakapan dwi bahasa (Arab-Inggris), pramuka, muhadatsah (dialog bahasa asing), olahraga, hingga ibadah yaumiyyah wajib diikuti santri tanpa pengecualian dengan aturan dan disiplin tertentu. Sanksi mendidik, gradual dan bertingkat akan dikenakan bagi santri yang melanggar disiplin dan norma kegiatan ini.

    Pembinaan santri dilakukan oleh para asatidz pembimbing. Agenda ditetapkan secara berkala dan dievalusi simultan oleh asatidz senior untuk disupervisi langsung oleh Mudir dan Pengasuh. Sebagai permulaan, santri kader didik untuk menjadi teladan bagi para santri baru lanjutan. Organisasi kesantrian akan dibentuk selayaknya ada di lembaga-lembaga Pondok Pesantren Modern lainnya.

    Kegiatan organisasi mutlak dan wajib dilaksanakan guna mendidik karakter dan kemampuan leadership (kepemimpinan) para santri. Tradisi muhadharah (latihan pidato) juga menjadi agenda utama kesantrian untuk membiasakan santri mampu tampil di muka publik. Sementara percakapan dwi bahasa (Arab-Inggris) selalu dioptimalkan untuk membiasakan santri bermu’amalah secara multinasional dan multikultural.

    Kegiatan pramuka digelar untuk memicu kreatifitas dan kepedulian santri terhadap lingkungan, juga melatih disiplin dan kepribadian mereka hingga kokoh. Kemudian, kegiatan muhadatsah (dialog bahasa asing) menjadi kewajiban untuk memperlancar penguasaan santri terhadap bahasa asing. Dan kegiatan olahraga diwajibkan untuk menjaga kebugaran tubuh santri menuju kesehatan fisik dan otak saat menempuh pendidikan rutin.

    Ibadah yaumiyyah (ibadah harian) merupakan sentra pembinaan santri di Pondok Pesantren Ibadurrahman Cileungsi. Dan masjid/musholla menjadi lokasi paling sentral dalam lingkungan Pondok. Kewajiban shalat jama’ah lima waktu mutlak tidak boleh dilanggar. Tradisi melaksanakan shalat sunnah qabliyyah dan ba’diyah juga dibiasakan. Sementara rutinitas shalat Dhuha selalu diadakan di sela-sela pendidikan formal kelas di pagi hari. Puasa sunah Senin-Kamis juga ditradisikan sejak dini.