Masjid Birrul Walidain
Masjid Birrul Walidain
Komentar
    Alamat Pondok
    Jln. Raya Cileungsi-Jonggol KM 7 Ds. Gandoang Kec. Cileungsi Kab. Bogor JAWA BARAT 021-82460787

    Archive for the ‘Panca Jiwa Pondok’ Category

    Panca Jiwa Pondok

    Panca Jiwa

    1. Keikhlasan

    2. Kesederhanaan

    3. Berdikari

    4. Ukhuwwah Islamiah

    5. Berjiwa Bebas


     

    ULASAN

    Seluruh kehidupan di Pondok Modern Ibadurrahman Cileungsi didasarkan pada nilai-nilai yang dijiwai oleh suasana-suasana yang dapat disimpulkan dalam Panca Jiwa.

    Panca Jiwa adalah lima nilai yang mendasari kehidupan Pondok Modern Ibadurrahman Cileungsi:

    1.Jiwa Keikhlasan

    Jiwa berarti sepi ing pamrih, yakni berbuat sesuatu bukan karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Segala perbuatan dilakukan dengan niat semata untuk ibadah, lillah. Kiai ikhlas medidik dan para pembantu kiai ikhlas membantu menjalankan proses pendidikan. Dan para santri pun ikhlas dididik.

    Jiwa keikhlasan menciptakan suasana kehidupan pondok yang harmonis antara kiai yang disegani dan santri yang taat, cinta dan penuh hormat. Jiwa ini menjadikan santri senantiasa siap berjuang di jalan Allah, di manapun dan kapanpun.

    2.Jiwa Kesederhanaan

    Kehidupan di pondok diliputi suasana kesederhanaan. Sederhana tidak berarti pasif atau nerimo, tidak juga berarti miskin dan melarat. Justru dalam jiwa kesederhanan terdapat nilai-nilai kekuatan, kesanggupan, ketabahan dan penguasaan diri dalam menghadapi perjuangan hidup.

    Di balik kesederhanaan terpancar jiwa besar, berani maju dan pantang mundur dalam segala keadaan. Di sinilah hidup dan tumbuh mental dan karakter kuat, yang menjadi syarat bagi perjuangan dalam segala segi kehidupan .

    3.Jiwa Berdikari

    Berdikari atau kesanggupan menolong diri sendiri merupakan senjata ampuh yang dibekalkan Pondok kepada para santrinya. Berdikari tak hanya berarti bahwa santri sanggup belajar dan berlatih mengurus segala kepentingannya sendiri, tapi Pondok sebagai lembaga pendidikan juga harus sanggup berdikari sehingga tidak pernah menyandarkan kehidupannya kepada bantuan atau belas kasihan pihak lain .

    Pola yang digunakan: ”Sama-sama memberikan iuran dan sama-sama memakai”.

    Pondok tidak bersifat kaku, hingga menolak orang-orang yang hendak membantu. Semua pekerjaan yang ada di dalam pondok dikerjakan oleh kiai dan para santrinya sendiri, tidak ada pegawai di dalam Pondok.

    4. Jiwa Ukhuwwah Islamiah

    Kehidupan di Pondok diliputi suasana persaudaraan yang akrab, sehingga segala suka dan duka dirasakan bersama dalam jalinan ukhuwwah islamiah. Tak ada dinding yang dapat memisahkan mereka. Ukhuwah bukan hanya selama mereka di Pondok, tetapi juga mempengaruhi persatuan umat setelah mereka terjun di masyarakat.

    5. Jiwa Bebas

    Bebas dalam berpikir dan berbuat, bebas dalam menentukan masa depan, bebas dalam memilih jalan hidup, dan bebas dari berbagai pengaruh negatif dari luar, masyarakat. Jiwa bebas ini akan menjadikan santri berjiwa besar dan optimis dalam menghadapi segala kesulitan.

    Tapi kebebasan ini bukan kebebasan negatif yang disalahgunakan hingga terlalu bebas (liberal) dan berakibat hilangnya arah dan tujuan atau prinsip. Atau kebebasan yang terlalu bebas tidak mau dipengaruhi, berpegang teguh kepada tradisi yang dianggapnya pernah menguntungkan pada zamannya, hingga tak mau menoleh kepada zaman yang telah berubah.

    Kebebasan bagi santri adalah bebas di dalam garis-garis yang positif, dengan penuh tanggungjawab dalam kehidupan di Pondok maupun masyarakat.