Masjid Birrul Walidain
Masjid Birrul Walidain
Komentar
    Alamat Pondok
    Jln. Raya Cileungsi-Jonggol KM 7 Ds. Gandoang Kec. Cileungsi Kab. Bogor JAWA BARAT 021-82460787

    Dar El-Aytam

    Sabda Rasulullah SAW:

    أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِيْ الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى وَ فَرَجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

     “Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di surga seperti ini”, seraya beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. [HR. al-Bukhari]

    Sabda Rasulullah SAW

    مَنْ ضَمَّ يَتِيْمًا بَيْنَ أَبَوَيْنِ مُسْلِمَيْنِ فِيْ طَعَامِهِ وَشَرَابِهِ حَتَّى يَسْتَغْنِيَ عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ ……

    “Barangsiapa mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orangtua yang muslim dalam makan dan minumnya hingga mencukupinya, maka ia pasti masuk surga.” [HR. Abu Ya’la dan Thabrani, dalam Shahih At-Targhib, Al-Albani: 2543]

     

    Dalam sebuah riwayatkan dari Abu Darda’ RA disebutkan:

    أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ يَشْكُوْ قَسْوَةَ قَلْبِهِ, قَالَ: أَتُحِبُّ أَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ, وَتُدْرَكَ حَاجَتُكَ؟ اِرْحَمِ الْيَتِيْمَ, وَامْسَحْ
    رَأْسَهُ, وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ, يَلِنْ قَلْبُكَ, وَتُدْرَكْ حَاجَتُكَ

    “Seorang lelaki pernah datang kepada Nabi SAW dan mengeluh kekerasan hatinya. Nabi bertanya: “Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” [HR Thabrani, dalam Shahih At-Targhib, Al-Albani: 254]

    Nabi SAWbersabda :

    الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ تَبَاركَ وَتَعَالى اِرْحَمُوْا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِيْ السَّمَاءِ

    “Orang-orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih). Kasihilah siapa yang ada di bumi, niscaya engkau akan dikasihi oleh yang di langit.” [HR. Abu Daud, Tirmidzi dan lain-lain. As-Silsilah As-Shahihah: 925]

    Suatu ketika Saib ibn Abdullah RA datang kepada Nabi SAW, maka Nabi bersabda kepadanya:

    ياَ سَائِبُ انْظُرْ أَخْلاَقَكَ الَّتِيْ كُنْتَ تَصْنَعُهَا فِيْ الجْاَهِلِيَّةِ فَاجْعَلْهَا فِيْ اْلإِسْلاَمِ. أَقْرِ الضَّيْفَ و أَكْرِمِ الْيَتِيْمَ وَ أَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ

    “Wahai Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamulah tamu, muliakanlah anak yatim, dan berbuat baiklah kepada tetangga.” [HR.Ahmad dan Abu Daud, Shahih Abu Daud, Al-Albani: 4836]

    Dalam sebuah atsar disebutkan riwayat dari Nabi Daud AS, yang berkata :

    كُنْ لِلْيََتِيْمِ كَاْلأَبِ الرَّحِيْمِ

     “Bersikaplah kepada anak yatim, seperti seorang bapak yang penyayang.” [HR. al-Bukhari]